Tuesday, 10 August 2010
Ayo bergerak!
Untuk bergerak, melangkah maju kedepan dan dua langkah kebelakang untuk melompat.
Itulah alasan mengapa kaki diciptakan oleh Sang Kuasa.
Kamu tidak akan pernah bisa mundur, kamu hanya bisa diam atau maju dengan kakimu.
Apa jadinya kalau jalan mundur? Jatuh, kak! Benar sekali, dek.
Jadikan yang di belakang sebagai panduan kamu untuk kedepan, bukan sebagai batu sandungan dan membuatmu jatuh.
Tapi hati-hati, terlalu lama melihat kebelakang kamu bisa hilang arah dan enggak tahu mau kemana. Alhasil, kamu galau dan memutar ulang terus-menerus lagu Armada.
Jangan seperti itu ya, kawan-kawan.
Apapun alasanmu, jalan ya kedepan.
Kita enggak bisa memaksa Tuhan untuk mengendong kamu kembali ke masa lalu.
Tuhan tahu mana yang terbenar dan kamu gak usah sotoy ngajarin Tuhan, that's should be like this, that's should be like that, that should be me. Yang ada diketawain sama Tuhan & Justin Bieber. Jangan kayak gitu lah, percaya aja Tuhan sayang sama kita sekalian.
*****
Kemanapun kamu pergi, kemanapun kamu berjalan, kemanapun kamu berlari, kemanapun kamu nyari ojek, masa lalu selalu ada dibelakang.
Tenang, jalanin aja.
Sama kayak setan, masa lalu gak akan mengganggu kalau kamu enggak nyoba untuk ngubek-ngubek masa itu. Yoi banget kan tuch? So pasti.
Jadi..........................goodluck untuk pergerakan kedepannya ya, kawan-kawan!
Kalau masih gak bisa bergerak, hmmm gak bakal.
Pasti bisa kok, kalau gak manja & males gerak.
Huampf.
Tenang, jalanin aja.
Sama kayak setan, masa lalu gak akan mengganggu kalau kamu enggak nyoba untuk ngubek-ngubek masa itu. Yoi banget kan tuch? So pasti.
Jadi..........................goodluck untuk pergerakan kedepannya ya, kawan-kawan!
Kalau masih gak bisa bergerak, hmmm gak bakal.
Pasti bisa kok, kalau gak manja & males gerak.
Huampf.
Monday, 9 August 2010
Jeidi Sharon Theoangela Tobing
Sekedar berbagi.
Ini Jeidi, adik saya yang paling bungsu.
Umurnya baru akan menginjak enam tahun Juni 2010 ini.

Banyak yang berpendapat bahwa Jeidi adalah sosok yang menggiurkan untuk diberi kasih sayang. Menggemaskan dan edorebelh.
Nyatanya, kenyataannya berkata lain.
Sangat berbeda 179,657 derajat.
Dia bacot.
Dia cengeng.
Dia bau kambing.
Dia suka makan bayi.
Dia suka berkeliaran malam-malam, ketawa-ketiwi, terbang-terbing, pake baju putih-putih (buset, ini orang apa kuntilanak.....................)
Ini Jeidi, adik saya yang paling bungsu.
Umurnya baru akan menginjak enam tahun Juni 2010 ini.

Banyak yang berpendapat bahwa Jeidi adalah sosok yang menggiurkan untuk diberi kasih sayang. Menggemaskan dan edorebelh.
Nyatanya, kenyataannya berkata lain.
Sangat berbeda 179,657 derajat.
Dia bacot.
Dia cengeng.
Dia bau kambing.
Dia suka makan bayi.
Dia suka berkeliaran malam-malam, ketawa-ketiwi, terbang-terbing, pake baju putih-putih (buset, ini orang apa kuntilanak.....................)
*****
Dia juga produsen quotes yang handal loh.
Ini contohnya:
Situasi: Sedang makan malam keluarga di sebuah restoran di daerah Kelapa Gading.
"Kak, kok mama dipanggilnya 'Mbak' tapi kakak dipanggilnya 'Ibu' sama mas itu? Oh iya, kakak kan lebih gendut daripada mama."
Situasi: Bokap baru pulang kerja. Lupa mengucapkan salam.
"Ma, itu suami mama kayak kucing ih. Masuk kerumah kok gak pake 'shaloom'. Males dede ngeliatnya."
Situasi: Di motor. Bersama saya. Dia duduk dibelakang, memeluk saya.
"Dede cape kalo naik motor sama kakak. Lebih enak sama mama." "Loh, kenapa?" "Tangan dede capek meluk badan kakak. Kegedean kayak sapi."
Situasi: Saya sedang makan. Kehausan. Mau minum.
"Jei, tolong ambilin minum dong." "Ih males ah." "Dih, nyolot lo. "Kakak pikir dede ini pembantu kakak? Enak aja, gendut lo."
Situasi: Nyokap bawa Wall's Conello. Cuman dua biji.
"Ma, punya kaka mana? Mana?!?!? Punya kakak mana eskrimnayaaaaaa?!?!?!" "Hahaha emang enak, makanya jadi anak kecil aja kayak dede. *ngeloyorsambilngulumeskrim*"
Hah.
Makan hati saya mostingnya.
Ini baru sebagian kecil, kawan.
Huampfh.
Peduli batu.
Udah ah, bete.
Ini contohnya:
Situasi: Sedang makan malam keluarga di sebuah restoran di daerah Kelapa Gading.
"Kak, kok mama dipanggilnya 'Mbak' tapi kakak dipanggilnya 'Ibu' sama mas itu? Oh iya, kakak kan lebih gendut daripada mama."
Situasi: Bokap baru pulang kerja. Lupa mengucapkan salam.
"Ma, itu suami mama kayak kucing ih. Masuk kerumah kok gak pake 'shaloom'. Males dede ngeliatnya."
Situasi: Di motor. Bersama saya. Dia duduk dibelakang, memeluk saya.
"Dede cape kalo naik motor sama kakak. Lebih enak sama mama." "Loh, kenapa?" "Tangan dede capek meluk badan kakak. Kegedean kayak sapi."
Situasi: Saya sedang makan. Kehausan. Mau minum.
"Jei, tolong ambilin minum dong." "Ih males ah." "Dih, nyolot lo. "Kakak pikir dede ini pembantu kakak? Enak aja, gendut lo."
Situasi: Nyokap bawa Wall's Conello. Cuman dua biji.
"Ma, punya kaka mana? Mana?!?!? Punya kakak mana eskrimnayaaaaaa?!?!?!" "Hahaha emang enak, makanya jadi anak kecil aja kayak dede. *ngeloyorsambilngulumeskrim*"
*****
Hah.
Makan hati saya mostingnya.
Ini baru sebagian kecil, kawan.
Akan lebih parah jika dia sedang badmood, diambang emosi. Mungkin sedang galau karena diduakan pacarnya.
Mulutnya tajam setajam kenyataan.Huampfh.
Peduli batu.
Udah ah, bete.
Subscribe to:
Posts (Atom)

